Dampak: Penurunan debit air sumur dalam menyebabkan masyarakat mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih untuk keperluan sehari hari, terutama kebutuhan minum, memasak, dan MCK. Masyarakat harus mengambil air dari sumber air alternatif yang berjarak sekitar 1 hingga 3 kilometer dari permukiman sehingga membutuhkan tambahan waktu, tenaga, dan biaya operasional untuk memperoleh air bersih. Ketersediaan air bersih di RT 05/RW 04 berada pada kondisi paling kritis dibandingkan wilayah terdampak lainnya sehingga memerlukan penanganan segera melalui pendistribusian air bersih. Apabila musim kemarau berlangsung lebih lama dan debit air terus mengalami penurunan, potensi kekurangan air bersih diperkirakan akan meluas ke RT 04/RW 04 dan RT 06/RW 04. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta meningkatkan risiko terjadinya permasalahan kesehatan dan sanitasi apabila kebutuhan air bersih tidak segera dipenuhi. Tindak Lanjut BPBD Kabupaten Purworejo akan menyiapkan pelaksanaan distribusi air bersih sesuai hasil asesmen dan berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat di lokasi terdampak. Pendistribusian air bersih diprioritaskan kepada masyarakat di RT 05/RW 04, Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo, sebagai wilayah dengan kondisi ketersediaan air paling terbatas. BPBD Kabupaten Purworejo akan melakukan pemantauan secara berkala terhadap perkembangan kondisi kekeringan dan debit sumber air di Dusun Jambean. Pemerintah Desa Sidorejo diimbau untuk terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Purworejo apabila terjadi penurunan debit air yang semakin signifikan atau bertambahnya jumlah masyarakat terdampak. Apabila hasil pemantauan menunjukkan penurunan debit air di RT 04/RW 04 dan RT 06/RW 04, maka pendistribusian air bersih akan dievaluasi dan diperluas sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat di lapangan. BPBD Kabupaten Purworejo akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sidorejo dan instansi terkait guna memastikan penanganan dampak kekeringan berjalan secara tepat sasaran, efektif, dan berkelanjutan.
Kekurangan air bersih di Dusun Jambean, Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo, disebabkan oleh menurunnya debit air tanah pada sumur dalam akibat musim kemarau, sehingga kemampuan sumur untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat mengalami penurunan. Kondisi tersebut menyebabkan proses pengisian kembali air di dalam sumur berlangsung lebih lambat dibandingkan pada musim penghujan, sehingga ketersediaan air bersih tidak lagi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari. Akibatnya, sebagian warga harus memanfaatkan sumber air alternatif yang berada di luar dusun untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
Memasuki pertengahan Juli 2026, wilayah Dusun Jambean, Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo mulai mengalami penurunan debit air tanah akibat musim kemarau. Sumber air utama masyarakat yang berasal dari sumur dalam dengan kedalaman sekitar ±90 meter tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan air bersih secara optimal karena proses pengisian kembali air di dalam sumur berlangsung lebih lambat dibandingkan pada musim penghujan. Seiring berkurangnya ketersediaan air, masyarakat memanfaatkan sumber air alternatif berupa sumur milik warga di Dusun Sorogenen RT 01/RW 02, Desa Sidorejo, yang berjarak sekitar 1 hingga 3 kilometer dari permukiman. Air tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan minum, memasak, serta mandi, cuci, dan kakus (MCK), dengan masyarakat memberikan penggantian biaya bahan bakar (BBM) untuk operasional pompa air. Meskipun Dusun Jambean telah menerima bantuan distribusi air bersih dari POLRI, volume bantuan yang disalurkan belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh masyarakat terdampak. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pada Jumat, 17 Juli 2026, BPBD Kabupaten Purworejo bersama Pemerintah Desa Sidorejo melaksanakan asesmen dampak kekeringan, survei lokasi distribusi air bersih, dan pengecekan sarana penampungan air bersih sebagai dasar penentuan kebutuhan serta prioritas penanganan distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak.
Dusun Jambean RT 04/RW 04, RT 05/RW 04, dan RT 06/RW 04, Desa Sidorejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.